Cara Agar Resolusi Ibu Rumah Tangga Tidak Hanya Wacana



Beberapa waktu lalu saya sempat tersinggung dengan sikap seorang kawan yang seperti meremehkan. Mungkin saat itu saya sedang sensitif, jadinya suudzon, berpikiran buruk. Mungkin saja saat itu ekspresi terkejutnya memang demikian. Mungkin saja dia speechless sampai hanya bisa melotot. Mungkin saja dia heran karena tidak sesuai dengan prediksinya. Mungkin saja …

Kesal saat pertanyaan, “Kamu sekarang kerja dimana?” lalu saya jawab, “Di rumah saja,” membuahkan tatapan, “Ha?” kemudian tertawa kecil. Apakah kodrat seorang perempuan untuk menjadi istri yang menurut pada suaminya agar tidak bekerja di luar rumah itu buruk? Apakah kodrat seorang perempuan yang optimal mengurus buah hati dan meluangkan seluruh waktu untuknya itu hal yang sepele? Ekspresi itu membuat saya merasa bahwa pilihan sebagai seorang ibu rumah tangga merupakan hal yang tidak memiliki ‘nilai’.

Baca juga: Memakai Serum Pemutih Badan agar Makin 'Bernilai' di Mata Suami

Semua hal ada hikmahnya. Berkat itu, saya jadi memiliki resolusi untuk menjadi ibu rumah tangga yang berdikari. Seorang yang kini tidak lagi menggantungkan hidup dari meminta uang bulanan suami. Seseorang yang memiliki pekerjaan serta penghasilan sendiri meski hanya berada di dalam istana mungilnya. Seseorang yang tetap mampu berkarya serta beraktualisasi diri tanpa mengesampingkan pekerjaan rumah tangga.

Namun, “Bisakah?”

Satu kalimat tanya itu sempat menggelayut dalam jiwa. Ya, saat ini adalah masa aktifnya BabyZril, sang anak tercinta. Ia yang berusia 13 bulan sudah belajar berjalan dan mencoba banyak hal. Lengah sedikit bisa bahaya, karena dia sudah bisa panjat kursi dan tertawa-tawa. Demi perhatian ekstra kepadanya, apakah realisasi resolusi hanyalah wacana?

Pilihan terbaik adalah memutuskan mana poin penting dari resolusi yang ingin dicapai sehingga bisa lebih fokus dan mampu meluangkan sedikit waktu untuk mewujudkannya. Dan saya memilih resolusi menjadi narablog profesional. Menjadi ibu rumah tangga memiliki banyak kisah unik menginspiratif. Dari sinilah ide menulis muncul dan menuangkannya dalam website pribadi yang saya miliki. Selain berbagi ilmu dan pengalaman, siapa tahu kemudian nanti ada yang mengajak kerjasama di bidang parenting dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Optimalisasi website kemudian bisa saya lakukan di malam hari. Namun tentunya saya harus belajar digital marketing dulu di DUMET School, belajar bagaimana agar website ramai dikunjungi. Apa artinya menjadi narablog tanpa pembaca? Jumlah kunjungan yang terus meningkat juga menjadi pemacu semangat agar lebih banyak berkarya. Selain itu juga membuat website saya semakin dikenal luas, tidak hanya dari link yang saya bagikan via jejaring sosial.

Memang sedikit susah karena waktu istirahat jadi berkurang. Namun saya yakin ada balasan setimpal dari apa yang saya lakukan, yakni resolusi yang tidak hanya sekedar wacana. Sebuah wadah aktualisasi diri yang kemudian saya dapatkan di dunia maya ini membuat jiwa lebih bahagia. Senyum jadi lebih sering merekah, secerah wajah BabyZril saat tahu saya terus ada di sisinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

18 Response to "Cara Agar Resolusi Ibu Rumah Tangga Tidak Hanya Wacana"

  1. Nia Haryanto says:
    28 Januari 2019 04.19

    Hahaha, aku tiap hari nih kayak gini. Ditanyain kerja di mana. Soalnya kakak-kakak dan adikku pada kerja. Terusnya dibilangin kalo sekolahku sia2. Aku cuma senyumin aja. Gak tahu dia kalo diem di rumah pun rekening sering ditransfer. :)))

  2. Dian Restu Agustina says:
    28 Januari 2019 07.19

    Tetap semangat ya Mbak..kadang kita perlu dapat nyinyiran seperti itu untuk melangkah maju.
    Jangan kasih kendor semangatnya karena hasil takkan pernah mengkhiananti usaha..:)

  3. Larasatinesa says:
    28 Januari 2019 15.17

    Justru aku salut mba sama yang kerja di rumah karena lebih fleksibel. Nggak usah dipikirin yang nanya-nanya kerjaan itu mba, yang penting mba jalaninnya bahagia dan tentunya semangat buat berkarya ��

  4. Wian says:
    28 Januari 2019 15.36

    Sebagai mak emak memang harus pintar bagi waktu ya mba, supaya semua kewajiban terpenuhi namun hobby tetap bisa dijalani.

  5. Dewi Rieka says:
    28 Januari 2019 17.11

    Nikmati masa-masa bocah masih kecil, ntar pasti kangen. Walaupun di rumah, kita tetap bisa mengaktualisasikan diri ya, salah satunya dengan blog..

  6. Nyi Penengah Dewanti says:
    29 Januari 2019 03.04

    Alhamdulillah ya Tha jadi menikmati hidup dan menjadi ibu rumah tangga. Alhamdulillah
    udah resign jadi bu bidan berarti?

  7. Rahmah 'Suka Nulis' Chemist says:
    29 Januari 2019 03.57

    Ibu Rumah Tangga boleh dipandang sebelah mata. Tapi kita yang menjalaninya harus buktikan bahwa mereka salah pemikiran. IRT Bisa Sukses juga lho, paling tidak sukses di akhirat kelak.

  8. Puspita Yudaningrum says:
    29 Januari 2019 05.26

    Aku banget ini, Resolusi dan rencana banyak banget yang cuma berakhir di wacana haha. Tapi sekarang aku mengubahnya, Resolusi harus terealisasi. Gpp Resolusi sedikit asalkan bisa terealisasi

  9. April Hamsa says:
    29 Januari 2019 08.06

    Jd skrng buka praktik di rumah atau gmn mbak? Atau full resign?
    Alhamdulillah walau memutuskan utk jd ibu rumah tangga namun masih bisa produktif berkarya melalui kegiatan ngeblog ya?

  10. Farida Pane says:
    29 Januari 2019 09.01

    Jadi resolusi harus fokus pada hal2 penting aja ya biar optimal pencapaiannya.

  11. Lisna Ardhini says:
    29 Januari 2019 11.12

    Semangat mak. Bikin resolusi emang mudah ya mak, tapi mewujudkannya itu jadi PR sendiri. Semoga terwujudya resolusinya.

  12. zilqiah angraini says:
    29 Januari 2019 17.38

    hahah soal resolusi memang nulisinya bisa jadi panjang kalau ibu2 mah
    tapi mewujudkannya tu loh ya harus sekuat tenaga
    makasih loh mbak postingannya
    jadi semangat mau wujudkan resolusi juga

  13. Dzulkhulaifah says:
    3 Februari 2019 02.42

    Pintar bagi waktu aja ya, Mbak. Lha aku anak tidur siang seringnya tergoda untuk tidur juga hahahaha. Ngurusin blog paling malam hari deh.

  14. TIAN LUSTIANA says:
    3 Februari 2019 22.57

    Semoga resolusinya tercapai yaaa mbak, semangat

  15. Lisdha says:
    4 Februari 2019 00.03

    tfs mbak artha. emak2 rt mmg rentan galau soal beginian. jd mupeng ih sama dumet school

  16. Ningsih says:
    23 Februari 2019 04.11

    Semangat para ibu-ibu

  17. Amanda ratih pratiwi says:
    23 Februari 2019 17.35

    Aku tiap tahun bikin resolusi loh mbak, dan bikin yg bener2 susah jd waktu disibukkan dengan hal2 menyita kerjaan kita, mana sempet aku dengerin nyinyiran orang 😌😌

  18. Tira Soekardi says:
    18 Maret 2019 12.54

    makasih sharingnya

Posting Komentar

Silakan berkomentar. Mohon follow @cerita.ibun juga ya ^^ Terima kasih :3